bkpsdm - Pasar rakyat memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi untuk mewujudkan suatu masyarakat yang sejahtera. Pasar merupakan salah satu indikator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Pasar menjadi jantung aktivitas roda dan pusat perekonomian masyarakat dalam kegiatan perdagangan. Selain memberikan manfaat bagi pedagang dan para pembeli, pasar juga memiliki dua peran lainnya yaitu sebagai fasilitator perdagangan dan sebagai tempat memudahkan distribusi dan pengalokasian sumber daya alam masyarakat.

 

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 21 Tahun 2021 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, telah menetapkan pedoman revitalisasi pasar rakyat dengan mengutamakan empat prinsip. Prinsip tersebut terkait dengan revitalisasi fisik, revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi dan sosial budaya dan berpodoman berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 tentang Pasar Rakyat. Untuk menjaga eksistensinya, diperlukan petugas pengelola pasar yang memiliki kompetensi manajerial modern, memahami regulasi terbaru, serta mampu beradaptasi dengan teknologi digital maka Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jombang telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat di Kabupaten Jombang Tahun 2026.

Kegiatan Bimbingan Teknis dilaksanakan dengan model blended learning dengan 3 (tiga) tahapan kegiatan yaitu (1) Pembelajaran Mandiri; (2) Pembelajaran Klasikal; dan (3) Studi Lapangan. Pembelajaran Mandiri dilaksanakan oleh masing-masing peserta di tempat kerja masing-masing dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) AKSI ASN. Kegiatan Pembelajaran Mandiri dilaksanakan mulai tanggal 13 s.d. 15 Januari 2026. Pada pelaksanaan pembelajaran mandiri, peserta diminta untuk mengerjakan pre tes dan dilanjutkan dengan mempelajari materi bimbingan teknis secara mandiri yang disertai dengan evaluasi pada setiap materi yang harus diselesaikan peserta dengan nilai kelulusan minimal 70 poin.

Pasca pembelajaran mandiri, peserta mengikuti pembelajaran klasikal (pembelajaran di kelas) yang dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Januari 2026, bertempat di Ruang Setjo Adningrat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang. Kegiatan klasikal dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Syaiful Anwar, S.T., M.E. Dalam sambutannya, Syaiful Anwar, S.T., M.E. berharap dengan dilaksanakannya kegiatan bimbingan teknis ini pengelola pasar dapat menerapkan prinsip-prinsi manajemen modern yang efektif dan efisien, dapat menyusun dan mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan pasar, lebih memahami regulasi terkait pengelolaan pasar, dapat lebih meningkatkan layanan kepada pedagang dan konsumen dan mampu menyusun laporan keuangan dan operasinal pasar yang transparan dan akuntabel.

Dalam kegiatan bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur; Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menangah dan Perdagangan Kota Surabaya; Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang; Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jombang; Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jombang dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jombang.

Pembelajaran klasikal dikemas dengan metode pembelajaran yang serius dan menyenangkan. Peserta aktif diskusi dengan narasumber yang dikemas dengan model tanya jawab di tengah-tengah narasumber memberikan paparan materi, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup dan aktif. Materi yang disampaikan meliputi Manajemen Operasional dan Tata Kelola Pasar Rakyat; Optimalisasi Penerimaan PAD khususnya melalui Retribusi; Manajemen Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Pasar; Best Practice Keberhasilan Pasar Nambangan; Pembinaan Kedisiplinan ASN; Tehnik Manajamen Operasional Pasar Yang Efektif.

Usai pelaksanaan pembelajaran di kelas, dilanjutkan studi lapangan pada tanggal 22 Januari 2026 ke Pasar Nambangan Kota Surabaya. Pelaksanaan studi lapangan tersebut, peserta aktif diskusi dengan pendamping dari Diskopumdag Kota Surabaya. Peserta yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 mengunjungi lokasi yang berhubungan dengan sanitasi dan drainase; kelompok 2 mengunjungi lokasi yang berhubungan dengan infrastruktur pasar dan kelompok 3 mengunjungi lokasi yang berhubungan dengan keamanan dan keselamatan.

Setelah melaksanakan pengamatan, peserta memaparkan hasil pengamatan di Mall Pelayanan Publik Siola Kota Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala BKPSDM Kabupaten Jombang, Drs. Anwar, M.KP., Sekretaris Diskomdag Kota Surabaya, Achmad Eka Mardijanto, Sp., S.Sos. dan Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, Farida Fitrianing Arum, S.E., M.M.